Kebutuhan Programmer Era Revolusi Digital
Dunia yang kita kenal sekarang secara garis besar sudah mengalami tiga kali revolusi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dunia yang kita kenal sekarang secara garis besar sudah mengalami tiga kali revolusi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Revolusi pertama adalah revolusi industri. Revolusi ini ditandai dengan penemuan mesin uap. Revolusi industri membawa dunia kepada pemakaian mesin-mesin yang canggih seperti yang kita lihat di era sekarang ini. Robot, mobil, pabrik dan berbagai mesin-mesin lain adalah perkembangan dari revolusi industri. Revolusi kedua adalah revolusi komunikasi dengan ditemukannya telegram. Revolusi kedua ini mendorong dunia kepada teknologi untuk menyebarkan informasi secara cepat ke seluruh pelosok dunia. Telefon seluler, telefon rumah, televisi dan radio adalah beberapa contoh hasil revolusi komunikasi.

Revolusi Digital

Revolusi ketiga yaitu revolusi digital, seperti yang kita rasakan sekarang bahwa keajaiban-keajaiban dunia digital yang kita rasakan dalam dunia internet, cloud hingga komputasi personal. Revolusi ketiga ini mengacu pada kemajuan teknologi dari perangkat elektronik dan mekanik analog ke teknologi digital yang tersedia saat ini. Era ini dimulai selama tahun 1950-an. Hal-hal yang dulu dilakukan secara analog bergeser ke teknologi digital seperti televisi lama yang menggunakan antena digantikan oleh tablet yang terhubung ke internet sehingga di era ini kita bisa menonton film secara streaming. Pergeseran dari perangkat elektronik dan mekanisme analog ke teknologi digital cukup mendistrupsi industri, terutama komunikasi global dan energi.

Pada revolusi digital, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup perangkat lunak, sistem siberfisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive computing. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan termasuk dunia kerja. Pada era revolusi digital, dunia banyak sekali membutuhkan tenaga kerja bahasa pemrograman atau yang biasa disebut dengan istilah programmer.

Singkatnya, revolusi digital menanamkan teknologi cerdas berbasis komputer yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Banyak hal yang tidak terpikirkan sebelumnya, tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang sangat besar. Inovasi baru ini tidak akan dapat muncul tanpa tenaga ahli programmer yang bermutu. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab. Go-Jek dan Grab adalah perusahaan digital yang sangat banyak menyerap tenaga ahli programmer.

Programmer dan Revolusi Digital

Tidak sedikit programmer yang menjadi pemicu revolusi digital, sebagai contoh Bill Gates sang pendiri Microsoft, adalah seorang programmer pada masa muda. Keahlian dalam bidang programming disalurkan untuk membuat sistem operasi Windows. Contoh lain adalah pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, dua orang ini juga adalah programmer hebat pada masa mudanya. Contoh lain adalah pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dia juga adalah seorang programmer handal. Ketiga perusahaan yang kita sebut di atas, Microsoft, Google dan Facebook bisa dikatakan perusahaan pemicu revolusi digital dan ketiga perusahaan tersebut dibangun oleh para programmer.

Pelatihan dan Kursus Coding

Indonesia sendiri sekarang ini masih tertinggal dalam jumlah dan mutu tenaga ahli programmer. Apabila Indonesia ingin mengejar ketinggalan maka Indonesia perlu mendirikan banyak sekali lembaga pendidikan yang menelurkan para programmer. Salah satu bentuk lembaga pendidikan programmer adalah tempat kursus coding. Kursus coding yang berkualitas dapat menelurkan programmer berkualitas dalam waktu cepat.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai aspek kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang terjadi. Memang perubahan seringkali diiringi banyak dampak negatif dan menimbulkan masalah-masalah baru. Namun, perubahan juga selalu bisa membawa masyarakat ke arah yang lebih baik. Revolusi industri ketiga dibangun diatas revolusi digital, itu artinya bahwa era ini mewakili cara-cara baru ketika teknologi menjadi tertanam dalam masyarakat dan bahkan tubuh manusia. Jadi kesimpulannya, revolusi digital bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru membuka peluang lapangan pekerjaan seperti programmer yang semakin luas bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *