Penyebab Mencret Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Bayi mempunyai daya tubuh yang belum kuat, sehingga hal tersebut membuatnya lebih mudah terkena berbagai penyakit. Terutama infeksi kuman dan virus yang menyebabkan bayi mengalami beberapa gejala yang membuatnya tidak nyaman. Salah satu penyakit yang dapat dialami oleh bayi adalah diare sehingga bisa membuatnya mengalami mencret. Saat diare memang akan membuat penderitanya buang air besar dengan tekstur cair. Diare sendiri merupakan penyakit yang tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan mudah. Akan tetapi hal tersebut lebih sulit untuk bayi karena tidak bisa untuk menggunakan obat diare seperti pada orang dewasa dan juga menggunakan bahan makanan untuk membuat feses lebih padat. Oleh karena itulah ada berbagai hal lainnya yang perlu diperhatikan apabila diare terjadi pada bayi.

Diare merupakan penyakit yang tidak berbahaya sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi apabila terjadi pada bayi, orang tua sebaiknya waspada dengan penyakit ini. Karena apabila tidak segera mengatasinya maka dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Seperti bayi dapat mengalami dehidrasi berat bahkan juga kematian. Angka kematian bayi yang disebabkan oleh diare sendiri masih tinggi hingga presentase 30%. Oleh karena itulah akan lebih baik untuk menghindari dan mengatasi diare yang dapat dialami bayi.

Penyebab mencret karena diare sendiri bisa terjadi karena beberapa hal. Sehingga hal ini bisa diperhatikan dan menjadi acuan untuk dapat mencegahnya. Adapun beberapa penyebab diare pada bayi adalah:

  1. Pertama adalah karena mengalami infeksi usus atau gastsroenteritis yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan juga parasit.
  2. Mencret juga terjadi karena keracunan makanan. Hal ini utamanya terjadi pada bayi yang sudah mengkonsumsi MPASI.
  3. Mencret dapat disebabkan oleh mengkonsumsi terlalu banyak jus buah. Sehingga hal tersebut membuat pencernaan terganggu dan menjadi penyebab diare.
  4. Mencret juga dapat terjadi karena mengalami alergi pada makanan atau obat tertentu.
  5. Mencret dapat disebabkan oleh bayi yang mempunyai intoleransi susu sapi.

Beberapa penyebab di atas dapat dihindari sehingga bisa mencegah bayi tidak mengalami mencret dan diare. Selain itu, ketika mengalami mencret, orang tua juga bisa untuk memperhatikan kondisi kesehatannya dengan cara mengetahui arti warna tinjanya. Dimana hal tersebut dapat membuat mengetahui kondisi kesehatan bayi. Adapun untuk warna tinja dan artinya yang bisa menjadi panduan untuk melakukan penanganan ketika bayi mengalami diare adalah:

  • Warna pertama adalah apabila tinja bayi mempunyai warna hijau kehitaman. Hal ini disebut dengan mekonium yang merupakan warna tinja bayi yang baru lahir.
  • Warna cokelat muda atau kekuningan merupakan warna tinja bayi yang normal apabila mengkonsumsi susu formula.
  • Warna hijau kecoklatan adalah warna yang umum untuk bayi usia 5 hari.
  • Warna kuning kehijauan merupakan bayi baru lahir yang mengkonsumsi ASI.
  • Warna cokelat pekat merupakan warna untuk bayi yang mengkonsumsi makanan padat.

Ketika bayi mengalami mencret, selain dengan mengetahui penyebab mencret Anda juga perlu melakukan tindakan untuk mengatasinya. Adapun beberapa cara mengobati bayi diare tersebut adalah:

  1. Pertama adalah dengan memberikan ASI ataupun cairan elektrolik bagi yang sudah berusia di atas 6 bulan.
  2. Selanjutnya bisa memberikan suplemen zinc yang dapat mengatasi diare pada balita.
  3. Terakhir bisa untuk memberikan probiotik yang dapat membuat pemulihan bayi yang mengalami mencret menjadi lebih cepat. Pilih makanan dengan kandungan probiotik tinggi seperti yogurt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *