8 Peraturan yang Harus Diingat saat Memulai Bisnis di China

Sebagai salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya berlangsung sangat cepat, tidak mudah untuk membangun bisnis di China. China menjadi salah satu negara yang menjadi pasar baru dengan banyak perubahan dan kesempatan untuk mendapat keuntungan. Ada beberapa peraturan penting yang harus selalu diingat ketika hendak memulai bisnis sendiri di China yaitu:

1. Harus Beradaptasi dengan Pasar China

Salah satu hal dasar yang seringkali menjadi kesalahan pebisnis baru di China adalah langsung melompat tanpa berpikir untuk melakukan adaptasi. Ada berbagai hal berbeda di China mulai dari rencana pemasaran hingga beberapa hal lebih mendetail lainnya. Selalu coba lakukan riset dan dapatkan pemahaman tentang apa yang diinginkan oleh masyarakat di China sendiri.

2. Tentukan Strategi yang Jelas

Sebelum memutuskan membangun usaha di negara ini, sebaiknya pahami bagaimana pemetaan bisnis serta berbagai hal di pasar China. Carilah lingkungan dimana bisnis Anda bisa beroperasi dengan baik dimana tersedia berbagai macam kebutuhan untuk perusahaan. Jangan langsung berfokus pada kota besar mengingat persaingan nantinya akan lebih sulit, rencanakan dulu.

3. Jadilah Responsif

Pasar di China terus mengalami perkembangan setiap waktunya dan tidak ada hal yang tetap di sana, jadi siapkan diri untuk responsive. Ketika nanti semua hal berjalan dengan modernisasi dan lewat internet, siapkan berbagai instrumen yang akan mendukung bisnis Anda. Siapkan pengalaman menyenangkan di website bisnis Anda dan harus bereaksi terhadap persaingan.

4. Kerjasama dengan Masyarakat Lokal

Sebuah bisnis baru bisa berjalan dengan lebih lancar apabila di dalamnya melibatkan masyarakat setempat di dalamnya. Ini bisa membantu dalam memberikan informasi bagaimana pasar setempat serta kebiasaan yang ada. Akan lebih baik jika bekerja sama dengan pemerintah setempat misalnya seperti Airbnb yang bekerja sama untuk membangun pariwisata.

5. Kuasai Bahasa Mandarin

Bahasa menjadi penghalang dalam berkomunikasi dengan baik sehingga ini kerap menjadi tantangan terbesar saat memulai bisnis. Jika hendak berbisnis di Tiongkok, pahami terlebih dahulu bagaimana budaya dan bahasa yang ada di sana. Nantinya akan tercipta rasa menghargai lebih ketika bisa berbahasa mandarin dan menunjukkan ketertarikan terhadap budaya Tionghoa.

6. Gunakan Sosial Media China

Media yang digunakan di China sedikit berbeda dengan apa yang ada di masyarakat global dan ini perlu dipersiapkan dulu. Misalnya saja masyarakat setempat lebih sering memakai WeChat ataupun Weibo daripada mengakses Facebook. WeChat bisa menjadi sosial media untuk menghubungkan diri dengan klien kemudian menjalankan kampanye terintegrasi.

7. Guanxi, Kunci Utama Berbisnis

Hubungan antara masyarakat di China punya nilai yang jauh lebih dekat dan sensitif jika dibandingkan dengan orang luar. Biasanya rekan bisnis akan mengajak untuk minum-minum sambil membicarakan berbagai hal terkait bisnis. Di pembicaraan yang dilakukan mungkin ada beberapa hal yang menunjukkan lebih terbuka dan lebih nyaman saat diskusi.

8. Fokus pada Strategi Online

Konsumen di China saat ini kebanyakan merupakan pengguna internet aktif dimana sejumlah 85% dari total menggunakan internet. Pemasaran di China berbeda dengan negara lain dimana sudah ada e-commerce lokal yang dijadikan sebagai pegangan masyarakatnya. Jadi gunakan strategi berbisnis di aplikasi lokal setempat kemudian temukan metode pemasaran yang efektif.

Masih ada banyak hal menarik yang bisa dibahas dari bisnis baru di China mengingat ada peluang yang sangat besar di dalamnya. Jika Anda tertarik membuka bisnis di negara ini, Anda bisa menghubungi website SMEbro Hong Kong untuk mendapat berbagai bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *