Perselisihan Merek Dagang LOTTO
- Newk Plus Four Far East (PTE) Ltd, yang berkantor pusat di 60 B Martin Road 05-05/06 Singapore, Warehouse Singapore

- Newk Plus Four Far East (PTE) Ltd, yang berkantor pusat di 60 B Martin Road 05-05/06 Singapore, Warehouse Singapore 0923 ialah pengguna pertama merek "LOTTO" untuk beberapa barang baju jadi, baju, pakaian kaos, jaket, celana panjang, roks pan, tas, koper, dompet, ikat pinggang, sepatu, sepatu olah raga, pakaian olah raga, kaos kaki olah raga, raket, bola jala (net), sandal, selop, dan topi.

- Pendaftaran Merek dagang "LOTTO" ini tercatat di Direktorat Paten dan Hak Cipta Departemen Kehakiman tanggal 29/6/1979, dengan No. 137430 dan No. 191962 tanggal 4/3/1985.

- Pada 1984 Direktorat Paten dan Hak Cipta Departemen Kehakiman sudah terima registrasi Pendaftaran Merek "LOTTO" yang disodorkan oleh Hadi Darsono untuk tipe barang handuk dan sapu tangan dengan No. 187.824 pada tanggal 6/11/1984, registrasi merek LOTTO untuk ke-2 barang itu tertera dalam tambahan Informasi Negara RI No. 8/1984 tanggal 25/5/1987.

- Pemakaian merek "LOTTO" oleh Hadi Darsono hampir serupa dengan merek yang dipakai pada beberapa barang produksi PTE Ltd.

- Meskipun Hadi memakai merek LOTTO untuk beberapa barang yang tidak terhitung dalam beberapa produk Newk Plus Four Far East (PTE) Ltd., tetapi kecocokan merek LOTTO itu dipandang sangat merugikannya.

- Pada akhirnya faksi Newk Plus Four Far East Ltd Singapore, ajukan tuntutan perdata di pengadilan pada Hadi Darsono selaku Tergugat I dan Direktorat Paten dan Hak Cipta Departemen Kehakiman (Sisi Merek-merek) selaku Tergugat II.

- Faksi Penggugat ajukan tuntutan (petitum) yang isi dasarnya selaku berikut ini:

1. Merestui tuntutan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Mengatakan selaku hukum jika Penggugat selaku pengguna pertama di Indonesia atas merek dagang LOTTO dan karenanya memiliki hak tunggal/spesial untuk menggunakan merek itu di Indonesia;

3. Mengatakan jika merek LOTTO punya Tergugat I yakni yang didaftarkan pada Tergugat II bernomor registrasi 187824, ialah sama dengan merek Penggugat bagus di dalam tulisan, perkataan kata atau suara, dan oleh karenanya bisa memusingkan, menyangsikan dan mengecoh publik ramai mengenai asal mula dan kualitas barang-barang;

4. Mengatakan gagal, atau sedikitnya menggagalkan registrasi merek dengan registrasi nomor 187824 dalam perincian umum atas nama Tergugat I, dengan semua karena hukumnya;

5. Memerintah Tergugat II untuk mematuhi keputusan ini dengan menggagalkan registrasi merek bernomor reg. 187824 dalam perincian umum;

6. Memberi hukuman beberapa Tergugat untuk bayar ongkos kasus;

7. Atau menurut kebijakan Hakim.

PENGADILAN NEGERI

- Hakim pertama memberikan alasan selaku berikut ini:

- Dari bukti P1 dan P2 bisa dibuktikan jika "Merek LOTTO" punya Penggugat, tercatat No. 137.430 dan W 191.962 membuat perlindungan tipe beberapa barang: baju jadi, baju, dan lain-lain.

- Dari bukti P3 dijumpai jika merek Tergugat I dalam kata "LOTTO" sudah tercatat pada Direktorat Paten dan Hak Cipta dengan No. 187.824 membuat perlindungan tipe barang handuk dan sapu tangan.

- Pasal 2(1) UU Merek tahun 1961 tentukan, hak atas satu merek berlaku cuman untuk beberapa barang semacam dengan beberapa barang yang dibubuhi merek itu.

- Menurut pasal 10(1) UU Merek tahun 1961 tuntutan penangguhan merek cuman dibetulkan untuk beberapa barang semacam.

- Arah UU merek tahun 1961 terutamanya pasal 10(1) ialah membuat perlindungan warga customer supaya customer tidak terjerumus pada asal mula barang semacam yang menggunakan merek yang memiliki kandungan kesamaan.

- Menurut opini Majelis, meskipun bunyi dari ke-2 merek Penggugat dan Tergugat I itu sama yakni LOTTO, tapi faksi customer tidak disamarkan dengan asal mula barang itu, sebab tipe barang yang dilindungi ialah merek Penggugat benar-benar berlainan dengan tipe barang yang dilindungi oleh merek Tergugat I.

- Jurisprudensi yang masih diantaranya Keputusan MA-RI No. 2932 K/Sip/1982 tanggal 31/8/1983, dan No. 3156 K/Pdt/1986 tanggal 28/4/1988, berisi: menampik penangguhan registrasi merek dari barang yang tidak semacam.

- Pasal 1 SK Menteri Kehakiman No. M-02-HC-01-01 tahun 1987 tanggal 15/6/1987 mengatakan merek populer ialah merek dagang yang sudah lama dikenali dan digunakan di daerah Indonesia oleh seorang atau tubuh untuk tipe barang spesifik.

- Majelis berasumsi jika tuntutan Penggugat masih kurang berlasan, karena itu tuntutan Penggugat harus ditampik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *